Pecinta Rasululah SAW yang suka Matematika

Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013

Kumpulan Sunnah Rasulullah: Kebiasaan Rasulullah SAW Sebelum Tidur



Rasulullah bersabda : "Ya Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan 4 perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh”

Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum seraya bersabda,
1. “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas 3x seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an."
(Bismillaahir rahmaanir rahiim, Qulhuallaahu ahad, Allaahushshamad, lam yalid walam yuulad, walam yakul lahuu kufuwan ahad).

2. "Membaca sholawat untukku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa’at di hari kiamat."
(Allaahumma shallii a`laa Sayidina Muhammad wa a`laa aalii Sayidina Muhammad).

3. "Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu."
(Astaghfirullaahal adziim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih)

4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh."
(Subhanallaahi Walhamdu lillaahi walaailaaha illallaahu Allaahu Akbar)

(Habib Ali Akbar Bin Agil)

Read More >>

Kumpulan Sunnah Rasulullah: Sunnah Tata Cara Memotong Kuku




Diantara kesunnahan dihari Jum'at adalah memotong kuku. Rosulullah SAW. telah mengajarkan kita bagaimana caranya yang sesuai dengan sunnah beliau. Dan adapun tata cara atau urutan memotong kukunya sebagai berikut:
*Kuku Tangan
1. Mulai dari Jari Telunjuk tangan kanan.
2. Jari Tengah tangan kanan
3. Jari Manis tangan kanan
4. Jari Kelingking tangan kanan (Tinggalkan Ibu Jari tangan kanan)
5. Jari Kelingking tangan kiri
6. Jari Manis tangan kiri
7. Jari Tengah tangan kiri
8. Jari Telunjuk tangan kiri
9. Ibu Jari tangan kiri
10. Ibu Jari tangan kanan
*Kuku Kaki
Mulai dar kelingking kanan dan berjalan ke kiri sampai ke kelingking kiri.
Menurut Imam Syafi'i rohimahullah, Sunnah memotong kuku sebelum mengerjakan shalat Jum'at sebagaimana disunatkan mandi, bersiwak, bercukur, berharuman, berpakaian bersih dan indah sebelum ke mesjid. Wallahu a'lam bissawab.
(Sumber: Habib Taufiq Assegaf)


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=632958906730724&set=a.412575725435711.114369.412520662107884&type=1
Read More >>

Kumpulan Sunnah Rasulullah saw: Bersiwak, Shalat Witir, Shaum senin kamis, Dzikr dan Bershalawat



Guru Mulia Habiban Munzir almusawa mengajarkan banyak amalan sunnah, berikut amalan yang kami kutip dari forum tanya jawab juga rujukan dari Buku Budi Pekerti Rasulullah SAW (Imam At-Tirmidzi) banyak terdapat sunnah Rasulullah saw di dalamnya, saudaraku bisa mendapatkannya di Kios Nabawi :

1. Bersiwak disunnahkan dalam sebelum memulai segala hal, yaitu saat sebelum takbiratul ihram, dan sebelum wudhu pun disunnahkan, sebelum membaca Alqur'an pun disunnahkan, dan ia sunnah dalam segala hal.

dijelaskan oleh Imam Ghazali bahwa disunnahkan bersiwak memulai dari tengah jajaran gigi atas, lalu menggosokkan siwak kekanan sampai ujung barisan gigi kanan atas, lalu turun ke barisan gigi kanan bawah, lalu digosokkan pada barisan gigi bawah ketengah, lalu naik lagi ke barisan gigi atas dan digosokkan ke kiri sampai ujung barisan gigi kiri atas, lalu turun ke ujung barisan gigi kiri bawah, lalu digosokkan ketengah barisan gigi bawah.

demikian diulang 3X.
siwak mesti selalu dibersihkan,

bahkan sebagian orang mengganti siwaknya seminggu sekali, ada yg bahkan menggantinya setiap 3 hari atau setiap hari.
.
namun sunnahnya untuk selalu dibasuh saat berwudhu, dan boleh kapan saja untuk selalu dibersihkan, sebagian orang menaruh siwaknya dimalam hari pada saat mereka tidur, siwaknya ditaruh di gelas berisi air,demi menjaga siwaknya selalu lembab dan segar hingga tidak kering

2. Shalat witir 3 rakaat di akhir malam, dua rakaat lalu satu rakaat, Habibana Munzir jika melakukan ini beliau memanjangkannya, memanjangkan rukuk dan terutama sujud.. memuaskan diri selama lamanya bersujud untuk berduaan dengan Allah dalam kemesraan dan kerinduan.

pada rakaat pertama beliau padukan niat witir, hajat, taubat, sunnat wudhu dalam dua rakaat itu.

dan rakaat yg satu adalah utk witirnya,

rakaat pertama membaca Sabbihismarabbikal a'la, lalu boleh kalau mau ditambah lainnya, dan pada rakaat kedua dua ayat terakhir Albaqarah, dan boleh ditambah surat lainnya, dan pada rakaat terakhir adalah al ikhlas dan muawwidzatain, dan boleh ditambah jika mau, demikian terwayatkan banyak riwayat shahih surat surat yg dianjurkan Rasul saw dibaca di saat shalat malam.

selepas itu maka berdzikirlah menanti adzan subuh.

Aisyah r.a berkata :
“Sesungguhnya Rasulullah saw. Melaksanakan shalat di malam hari sebelas rakaat. Beliau lakukan shalat witir (ganjil) satu rakaat Apabila beliau selesai melakukan shalat itu, Beliau berbaring dengan lambung kanannya di sebelah bawah”.
(Sunan Tirmidzi, Bab “Shalat”, Hadits no 420, juga terdapat dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim)

3. Shaum hari senin dan kamis,
Habibana mengatakan bahwa di hari senin dan kamis itu pintu sorga terbuka, dan pada hari itu pula naiknya amal kehadapan Allah, dan pada hari itu pula Allah memaafkan semua dosa hamba Nya kecuali mereka yg menyembah selain Allah dan mereka yg bermusuhan.

demikian diriwayatkan dalam hadits riwayat shahih Ibn Hibban, Ahaditsulmukhtar, Tirmidziy dll, dan bahkan dalam Ahadistulmukhtar dg sanad hasan bahwa diriwayatkan Rasul saw berpuasa di hari senin dan kamis.

hikmahnya adalah hari itu hari naiknya amal kepada Allah swt maka Rasul saw senang ketika amalnya naik kepada Allah sedang beliau dalam keadaan puasa.

Aisyah r.a Berkata :
“Nabi SAW bersungguh-sungguh Mengamalkan Shaum hari senin dan hari kamis”
(Sunan Tirmidzi, Hadits no.745)

Atau yang lebih ringan lagi Shaum 1 bulan 3 kali, sebagaiman hadits berikut :

Yazid ar-Risyk bercerita :
“Aku mendengar Mu’adzah berkata : ‘aku bertanya kepada Aisyah r.a : ‘apakah Rasulullah saw shaum tiga hari pada setiap bulan?’
‘Aisyah r.a menjawab : ‘betul !’
Aku bertanya lagi : ‘pada hari apa saja beliau shaum?’
Ia menjawab : ‘Beliau tidak menentukan hari-hari untuk shaum’
(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Daud, dari Syu’bah, yang bersumber dari Yazid ar-Risyk)

4. dzikir Subhanallahi wabihamdih, bacalah 100X setiap pagi dalam keadaan suci, dzikir ini disarankan oleh Nabi saw sebagaimana sabda beliau saew : Barangsiapa membaca Subhanallahi wabihamdih 100X setiap harinya maka berjatuhan dosa dosanya walau sebanyak buih dilautan (Shahih Bukhari)

dan sabda Rasulullah SAW : "Kalimat yg paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wabihamdih" (Shahih Muslim)

dzikir ini mencerahkan wajah, menenangkan hati, menyejukkan jiwa, dan membuka banyak kemudahan,

5. Bershalawat kepada Rasulullah saw,

“ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD, WA AALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM”
boleh membacanya kapan saja dan berapa saja tanpa batas waktu dan jumlah.

Firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat. 56 :
‘‘Sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan padanya (Nabi Muhammad SAW.)” .

Nabi Muhammad SAW bersabda :
''Ya benar, telah datang kepadaku seorang pendatang dari Allah SWT kemudian berkata : barang siapa diantara ummatmu membaca Sholawat kepadamu satu kali, maka sebab bacaan Sholawat tadi Allah SWT menuliskan baginya 10 kebaikan, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan, dan Allah SWT membalas sholawat kepadanya sepadan dengan sholawat yang ia baca ".

6. sebagai amalan tambahan, perbanyaklah Istifghfar dan kalimat “Laa ilaha illallah”, setiap sekian kali misalnya 100X sempurnakan dengan “Muhammad Rasulullah saw”,

7. perbanyaklah membaca Alqur'an, karena ia adalah surat cinta dan lamaran cinta Allah swt kepada kita, semua isinya mengarahkan kita agar jauh dari kemurkaan Allah dan menjadi hamba yg diiridhoi dan dicintai Allah swt

semoga Allah swt meluhurkan setiap nafas kita dengan cahaya istiqamah, dan selalu dibimbing untuk mudah mencapai tangga tangga keluhuran istiqamah, dan wafat dalam keadaan istiqamah, dan berkumpul dihari kiamat bersama ahlul istiqamah. Amin Allahumma amin

Read More >>

Rabu, 03 April 2013

Hakikat Ahlisunnah Wal Jamaah, Siapa Ahlisunnah Wal Jammah itu?


Antara Ahlisunnah Wal Jama’ah dan Ahli Fitnah.
Buya Yahya
Pengasuh Lembnga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cirebon
Ahlissunnah Wal Jama’ah

Ahlissunnah Wal Jama’ah adalah Manhaj beraqidah yang benar dengan dua ciri. Pertama:  mereka sangat mencintai keluarga Nabi Muhammad SAW. Kedua: mereka juga sangat  mencintai Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Maka tidak cukup orang mengaku beragama Islam akan tetapi dengan mudah mereka mencaci para Sahabat Nabi Muhammad SAW. Dan yang keluar dari Ahlissunnah Wal Jama’ah model ini diwakili oleh kelompok Syi’ah (Syi’ah Imamiyah Itsnata ’Asyariyah) dengan ciri khas paling menonjol dari mereka adalah  mengagungkan Ahlibait Nabi Muhammad SAW akan  tetapi merendahkan para Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Begitu juga tidak cukup orang mengaku Islam akan tetapi dia merendahkan Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW. Dan yang keluar dari Ahlissunnah Wal Jama’ah model ini diwakili   oleh mereka yang tidak peduli dengan urusan Ahlibait Nabi Muhammad SAW, merendahkan Sayyidina Ali Bin Abi Tholib biarpun di sisi lain mereka mengakui para Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Ringkasnya Ahlissunnah Wal Jama’ah adalah mereka yang memuliakan Ahlul Bait dan sekaligus mengagungkan para Sahabat Nabi Muhammad SAW.
Ada di antara orang-orang yang mengaku mengagungkan dan memuliakan para Sahabat Nabi Muhammad SAW dan Ahlibait Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi mereka punya penafsiran-penafsiran tentang aqidah yang jauh dari kitab Alloh  dan sunnah Rasululloh SAW.

Di saat seperti itu muncullah seorang yang dinobatkan sebagai Imam besar yang telah  berusaha untuk membersihkan Aqidah Ahlissunnah Wal Jama’ah yang benar dari unsur luar dan menjerumuskan. Dan muncullah cetusan-cetusan Ilmu Aqidah yang benar yang dari masa ke masa  menjadi pegangan Umat Islam sedunia yaitu Aqidah Ahlissunnah Wal Jama’ah Asy’ariyyah.
Asy`ariyyah adalah sebuah pergerakan pemikiran pemurnian Aqidah yang dinisbatkan kepada  Imam Abul Hasan Al-Asy`ari. Beliau lahir di Bashrah tahun 260 Hijriyah bertepatan dengan tahun 837 Masehi. Beliau wafat di Bashrah pada tahun 324 H / 975-6 M.

Imam Al-Asy`ari pernah belajar kepada ayah tiri beliau yang bernama Abu Ali Al-Jubba`i, seorang tokoh  dan guru dari kalangan Mu`tazilah. Sehingga Al-Asy`ari  mula-mula menjadi penganut Mu`tazilah, sampai tahun 300 H. Namun setelah beliau mendalami  Aqidah Mu`tazilah hingga berusia 40 tahun, terjadilah debat panjang antara beliau dengan gurunya, Al-Jubba`i dalam berbagai masalah. Debat itu membuat beliau tidak puas dengan konsep Mu`tazilah dan beliaupun keluar dari paham itu dan  kembali kepada pemahanan Ahlissunnah Wal Jama’ah.

Imam Al-Asy`ari telah berhasil mengembalikan pemahaman sesat kepada Aqidah yang benar dengan kembali kepada apa  yang pernah dibangun oleh para Salaf (Ulama sebelumnya) dengan senantiasa memadukan antara  dalil nash (naql) dan  logika (`aql). Dengan itu beliau berhasil melumpuhkan para pendukung Mu`tazilah yang selama ini menebar fitnah di tengah–tengah Ummat  Ahlissunnah. Bisa dikatakan sejak berkembangnya aliran Asy`ariyah inilah Mu`tazilah berhasil diruntuhkan.
Yang digarap oleh Imam Al’Asyari bukan saja kaum Mu’tazilah. Pada masa Ulama Salaf ini, di sekitar tahun 260 H, mulai menyebar bid’ah Mu’tazilah, Khawarij, Musyabbihah dan lainnya dari kelompok-kelompok yang membuat faham baru. Selain Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari (W. 324 H) ada  Imam Abu Manshur al-Maturidi (W. 333 H) –semoga Alloh  meridlai keduanya–  yang beliau berdua datang dengan menjelaskan Aqidah Ahlissunnah  Wal Jama’ah yang diyakini para Sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan mengemukakan dalil-dalil naqli (nash-nash al-Quran dan Hadits) dan dalil-dalil aqli (argumen rasional) disertai dengan bantahan-bantahan terhadap syubhat-syubhat (sesuatu yang dilontarkan untuk mengaburkan hal yang sebenarnya) kaum Mu’tazilah, Musyabbihah, Khawarij tersebut di atas dan Ahli Bid’ah lainnya. Sehingga Ahlissunnah dinisbatkan kepada keduanya. akhirnya Ahlissunnah Wal Jama’ah  akhirnya dikenal dengan nama al-Asy’ariyyun (para pengikut imam Abu al-Hasan al-Asy’ari) dan al-Maturidiyyun (para pengikut imam Abu Manshur al-Maturidi).
 
Hal ini tidak menafikan bahwa mereka adalah satu golongan yaitu al-Jama’ah. Karena sebenarnya jalan yang ditempuh oleh al-Asy’ari dan al-Maturidi dalam pokok aqidah adalah sama dan satu yaitu kembali kepada Salaf dalam Aqidah. Beliau berdua tidak medatangkan sesuatu yang baru akan tetapi hanya menghadirkan ilmu pendahulunya yang benar di saat terjadi maraknya fitnah.
Adapun perbedaan yang terjadi di antara keduanya hanya pada sebagian masalah-masalah furu’ (cabang) Aqidah. Hal tersebut tidak menjadikan keduanya saling menghujat atau saling menyesatkan, serta tidak menjadikan keduanya lepas dari ikatan golongan yang selamat (al-Firqah al-Najiyah). Perbedaan antara al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah ini adalah seperti halnya perselisihan yang terjadi antara para Sahabat nabi, perihal apakah Rasululloh melihat Alloh  pada saat Mi’raj?.

Sebagian Sahabat, seperti Sayyidah ‘Aisyah Radiallahuanha dan Sayyidina Ibn Mas’ud Radiallahuan mengatakan bahwa Rasululloh SAW tidak melihat Tuhannya pada waktu Mi’raj. Sedangkan Sayyidina Abdullah Ibn 'Abbas Radiallahuan mengatakan bahwa Rasululloh SAW melihat Alloh  dengan hatinya. Alloh  memberi kemampuan melihat kepada hati Nabi Muhammad sehingga dapat melihat Alloh. Namun demikian al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah ini tetap sepaham dan sehaluan dalam dasar-dasar Aqidah.

Al-Hafizh Murtadla az-Zabidi (W. 1205 H) mengatakan:“Jika dikatakan Ahlissunnah  Wal Jama’ah, maka yang dimaksud adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah “. (al-Ithaf, juz 2 hlm 6). Jadi Aqidah yang benar dan diyakini oleh para Ulama Salaf yang Shalih adalah Aqidah yang diyakini oleh al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah. Karena sebenarnya keduanya hanyalah meringkas dan menjelaskan Aqidah yang diyakini oleh para Nabi dan Rasul serta para Sahabat. Aqidah Ahlissunnah adalah Aqidah yang diyakini oleh ratusan juta Umat Islam, mereka adalah para pengikut Madzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, serta orang-orang yang utama dari Madzhab Hanbali (Fudhala’ al-Hanabilah).

Karena yang tersebar di Indonesia adalah Aqidah Asya’riyyah maka  dalam tulisan ini kami lebih sering menyebut Asy’ariyyah dari pada al-Maturidiyyah.

Ulama Asya’iroh dari masa ke masa

Ulama Asya’iroh (pengikut  Abul Hasan al-Asya’ari) dari masa ke masa selalu mempunyai peran dalam membela Aqidah yang benar Aqidah Ahlissunnah Wal Jama’ah  dan juga disiplin ilmu yang lainnya seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits dan Fiqih.

Dan terbukti dalam sejarah perkembangan Ulama Asya’iroh-lah yang  memenuhi penjuru dunia. Merekalah Ahlissunnah Wal Jama’ah  yang sesungguhnya.

Imam an-Nawawi, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Qurthubi, Imam al-Baqilani, Imam al-Fakhr ar-Razi, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Imam Zakariya al-Anshari dll. Yang mereka semua adalah panutan kita dalam berbagai disiplin ilmu Islam. an-Nawawi dalam fiqih dan haditsnya dengan Kitab Fiqih yang sangat mashur Minhajut Tolibin dan  Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab juga kitab haditsnya Riyadhush Sholihin yang tidak sah seorang alim kecuali harus pernah membacanya. Imam Ibnu Hajar al-Asqolani pakar ilmu hadits yang digelari Amirul Mukminin dalam ilmu hadits yang sangat masyhur dengan Fathulbari-nya buku panduan bagi semua yang ingin memahami kitab Shohih Bukhori. Imam  ar-Rozi gurunya para Ahli Tafsir (Syaihul Mufassirin) tidak ada  Ahli Tafsir yang datang setelah beliau kecuali harus menimba Ilmu Tafsir dari karangan-karangan beliau.

Ahli Fitnah Dan Ahli Bid’ah

Akhir-akhir ini muncul di masyarakat kita sekelompok orang yang mengaku beraqidah Ahlissunnah Wal Jama’ah bahkan mereka mengaku Salafi akan tetapi mereka adalah Ahlissunnah Wal Jama’ah  palsu dan Salafi palsu.

Ciri kelompok tersebut adalah memusuhi Ulama Asya’iroh dengan melontarkan bermacam tuduhan yang muncul karena kedengkian dan  kebodohan mereka akan Ahlissunnah Wal Jama’ah  Asy’ariyyah.

Kadang mereka juga mengakui Abul Hasan al-Asy’ari  akan tetapi  membuat cerita bualan bahwa  Imam Abul Hasan al-Asy’ari dalam beraqidah mengalaimi 3 fase. Yang pertama beliau mengikuti pemikiran Mu’tazilah, selanjutnya  kedua beliau keluar dan mengikuti Abdullah bin Said bin Kilab, dan yang  ke tiga  pindah kepada Manhaj yang benar –manhaj Ahlissunnah Wal Jama’ah.

Akan tetapi bualan mereka itu ditolak oleh kenyataan yang bisa di baca dari murid-murid dan pengikut setia  Imam Imam Abul Hasan Al-Asy’ari bahwa beliau setelah keluar dari Mu’tazilah masuk Aqidah Ahlissunnah Wal Jama’ahyang sampai hari ini masyhur dengan  Asya’ariah yang  melahirkan  pakar-pakar aqidah Ahlissunnah Asy’ariyyah sampai hari ini.

Ciri lain Ahli Fitnah tersebut adalah membenci Ahli Tasawwuf dengan membabi buta. Bahkan mereka dengan mudah mencaci dan mebida’hkan kaum muslimin Asya’iroh karena beberapa amalan yang sudah mengakar dari masa ke masa dan dengan hujjah yang jelas dan kuat. Semua ini akan  kami ulas pada pembahasan lanjutan dari artikel ini atas izin Alloh.

Kesimpulanya bahwa Aqidah Ahlissunnah Wal Jama’ah yang sesungguhnya adalah Aqidah Asy’ariyyah dan Maturidiyyah. Wallohu A’lam Bishshowab

sumber: http://www.buyayahya.org/artikel-dakwah/artikel-kajian/421-hakikat-ahlissunnah-wal-jamaah.html
Read More >>

Guru Guru Buya Yahya Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah



-    Ada dua guru murobbi Buya Yahya yang sangat mempengaruhi didalam perjalanan ilmiyah Buya Yahya. Yang pertama adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pengasuh dan pendiri Pon-pes Darullughoh Waddakwah Bangil-Pasuruan-Jawa Timur. Yang kedua adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun rektor universitas Al Ahgaff Republik Yaman. Buya Yahya mempunyai sanad ilmu dari guru-guru yang sangat jelas. Selain dari murobbi dan mursidnya tersebut guru Buya Yahya amat banyak , diantaranya adalah :

A- Dari Indonesia

-    1-Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso
-    2-Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil
-    3-Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
-    4-Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil
-    5-Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang
-    6-Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
-    7-Habib Muhammad Alhaddad, Malang
-    8-Ust Nasihin, Bangil.
-    9- KH Imron Mahbub, Blitar.dll

B- Dari Luar Negri.

-    1- Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman
-    2- Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman
-    3- Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman
-    4- Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman
-    5- Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman
-    6- DR. Ismail Kadhim Al-Aisawi, Iraq.
-    7- Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman
-    8- Syeh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Mortania.
-    9- Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
-    10-Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
-    11-DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
-    12-Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir.
-    13-Dll.


sumber: http://www.buyayahya.org/profil.html
Read More >>

Kamis, 28 Maret 2013

Pembela Kebenaran Sejati



Teringat suatu ketika Sayyidina Ali RA (seorang sahabat dan menantu Rasulullah SAW) berada di medan laga. Beliau adalah orang yang tidak pernah takut kepada musuh. Yang beliau rindukan adalah kematian dalam kemulyaan (mati syahid). Maka dari itu tidak ada leher lawan berlalu di hadapanya kecuali harus di tebas. Yang disaksikan sayyidina Ali di medan laga adalah pembela kebatilan dan pembela kebenaran.

Akan tetapi ada satu hal yang tiba-tiba disadari oleh sayyidina Ali yaitu saat sayyidina Ali berhasil melumpuhkan seorang musuh hingga tidak ada yang tertinggal bagi sayyidina Ali kecuali memenggal lehernya. Akan tetapi disaat sayyidina Ali hendak memenggal leher musuh tersebut tiba-tiba sang musuh meludahi muka sayyidina Ali yang menjadikan sayyidina Ali bertambah marah. Akan tetapi marah yang beliau rasakan bukan malah mengantarkan beliau bersegera memenggal leher musuh. Akan tetapi justru disaat itu sayyidina Ali melepas musuh yang sudah takluk berada dalam rengkuhanya. Terheran para sahabat sayyidina Ali yang melihat kejadian itu lalu mereka bertanya tentang sebab dilepaskanya musuh yang sudah beliau tangkap.

Kemudian beliau menjawab: "Semula aku berkeinginan membunuhnya karena membela agama Allah, akan tetapi setelah ia meludahi mukaku maka aku semakin marah karenanya, maka disaat itu aku urungkan niaku untuk membunuhnya karena aku takut jika ternyata aku membunuhnya karena membela diriku sendiri yang diludahi dan bukan karena Allah lagi".

Itulah kecerdasan sayyidina Ali, orang yang tidak mau tertipu oleh hawa nafsunya sehingga beliau selalu mencurigai hawa nafsu yang akan selalu mengajak kepada kejelekan.

Yang difahami oleh sayyidina Ali bahwa di medan sebuah perjuangan bukan saja dua pembelaan akan tetapi ada tiga pembelaan. Pertama ahli kebenaran yang membela kebenaran. Kedua ahli kebatilan membela kebatilan. Ketiga pembela kebenaran akan tetapi telah terjerumus dalam pembelaan terhadap hawa nafsunya. Dan yang ketiga inilah yang jarang di cermati oleh para pahlawan kebenaran.

Dari tiga kelompok di atas ternyata yang terpuji hanya satu saja yaitu kelompok pertama yang membela Allah SWT.

Pembela kebatilan akan selalu ada di setiap tempat dan zaman dan ini bisa saja dari orang yang tidak berlebel ahli iman dan bisa juga dari orang – orang yang selalu pakai lebel iman dan Islam akan tetapi ia selalu membela kebatilan atau kekafiran seperti yang kita saksikan saat ini.

Adapun pembela hawa nafsu ini berasal dari kelompok pembela kebenaran akan tetapi didalam perjuanganya telah tertipu oleh hawa nafsunya. Semua perjuangan di zaman ini yang semula karena Allah tidak beda dengan apa yang disaksikan sayyidina Ali di zaman itu. Disaat terjadi suatu ketersesatan atau kemurtadan di negeri ini, disitu ada tiga model pembelaan.
Maka dari itu mari kita cermati disaat terjadi konflik yang menuntut sebuah perjuangan kita berada di kelompok mana? Jika kita berada dikelompok pembela kebatilan mari kita segera kembali kepada Allah. Sungguh alangkah sengsaranya jika kita mati dalam keadaan membela kebatilan.

Jika kita berada pada kelompok pembela kebenaran, jangan ragu untuk melangkah, berjuanglah dengan harta dan jiwa! sungguh kemulyaan adalah didalam membela kebenaran. Akan tetapi harus kita cermati dalam pembelaan ini, jangan sampai pembelaan yang mulya ini berubah menjadi pembelaan selain Allah, baik itu berupa pangkat, harta atau hawa nafsu.
Wallahu a'lam bishshowab


sumber: http://www.buyayahya.org/artikel-dakwah/370-oase-iman-pembela-kebenaran-sejati.html
Read More >>

Kumpulan Sunnah Rasulullah: Hakekat Menjalankan Sunnah Nabi Muhammad SAW

Hakekat Menjalankan Sunnah Nabi Muhammad SAW

Seringkali kita mendengar kalimat sunnah Nabi Muhammad SAW diucapkan di lidah akan tetapi bagaimana yang sesungguhnya menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. 
Ada orang-orang yang hidup bersama Nabi Muhammad akan tetapi tidak ada Nilainya dihadapan Allah dan Rasulullah SAW, mereka adalah orang-orang munafiq. 
Bahkan banyak cerita yang dihadirkan oleh Rasulullah tentang sekelompok orang yang menjalankan sunnah Nabi, dia ahli alquran, gemar berinfaq akan tetapi di sebut oleh Allah sebagai “pendusta”. 
Bagaimana orang yang menjalankan Sunnah Nabi disebut sebagai pendusta? Bukankah mempelajari alquran adalah perintah Rasulullah SAW? Bukankah berinfaq adalah ajaran Rasulullah SAW.
Ada yang tertinggal bagi orang-orang yang disebut pendusta oleh Allah di saat melaksanakan Sunnah Nabi SAW. Yang mereka lakukan dari sunnah Nabi hanyalah sunnah dhohir, dan sunnah dhohir bisa dilakukan oleh orang yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang tidak tulus. 
Sunnah dhohir adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tanpa dibarengi ruh mengikuti Nabi Muhammad SAW. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad SAW belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad SAW pasti akan patuh dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.
Dan kitapun harus sesering mungkin mencermati hati kita disaat jasad kita meniru Nabi Muhammad SAW, agar ada makna sunnah Nabi dalam gerak dan langkah kita dalam mengikuti Nabi Muhammad SAW. Jangan-jangan kita adalah orang yang disaat mengikuti Nabi Muhammad SAW akan tetapi hati kita lalai sama sekali akan kehadiran Nabi Muhammad SAW dihati kita. 
Barangkali kita adalah orang yang disaat menjalankan sunnah Nabi SAW yang kita ingat adalah kalimat yang terangkai di sebuah buku hadits. Mungkin kita adalah orang yang disaat jasad kita menjalankan sunnah Nabi akan tetapi yang hadir di hati kita adalah kalimat–kalimat yang kita dengar dari guru kita.

Menjalankan sunnah Nabi adalah makna yang dirasa oleh hati disaat jasad ini menjalankan sunnah Nabi. Hati yang merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW disaat menjalankan Sunnah Nabi adalah hatinya orang yang benar-benar menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh marilah kita lihat diri kita sendiri, apa yang ada di hati kita disaat kita meminum air dengan tangan kanan kita. Apakah kita menyadari disaat kita mengangkat gelas dengan tangan kanan kita lalu kita hadirkan di hati kita Rasulullah SAW yang lagi meminum dengan tangan kanan beliau sebagi tanda sambung hati kita dengan hakekat Sunnah Nabi. Atau kita disaat itu sama sekali tidak merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW melakukan hal yang demikian itu karena memang kita adalah orang yang hanya mengerti sunnah dhohir yang belum pernah merasakan indah dan hakekat sunnah batini.
Wallahu  a'lam bissawab.

sumber: http://www.buyayahya.org/artikel-dakwah/343-oase-iman-hakikat-menjalankan-sunnah-nabi-muhammad-saw.html
Read More >>

Selasa, 26 Maret 2013

Kitab yang di"palsukan" oleh wahabi, kebohongan wahabi





Asswrwb habib Munzir yang saya cintai
Rahmat Karunia Allah SWT sll tercurah tuk habib Munzir

saya mau menanyakan :
1) Kitab-kitab ulama siapakah yang sudah dipalsukan atau di ubah wahabi?
2) Cara untuk membedakan Kitab yang telah dipalsukan bagaimana?
3) penerbit yang menerbitkan buku Ahlussunah Wal jamaah di Indonesia apa saja? 

wsswrwb
R. Syarif Ario


Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
banyak kitab yg dipalsukan oleh mereka, dan yg sudah betul betul saya lihat adalah bukan dipalsukan, tapi disyarahkan, yaitu kitab Syamail Muhammadiy oleh Imam Tirmidzi, yg menuliskan seluruh budi pekerti Rasul saw, cara duduk,. cara berdiri, cara berjalannya Rasul saw dll.

buku itu sangat membuat orang haru dan menangis dan mencintai Rasul saw, buku itu sudah disyarah oleh wahabi dan diselwengkan maknanya.

namun kita punya buku terjemahnya yg masih murni, anda dapat memesannya di kios nabawi kita.

saya dapat kabar dari beberapa saudara kita ada buku yg dipalsu oleh mereka.

namun begini saudaraku, membedakannya gampang saja, kalau anda lihat dibuku itu membahas bid'ah, syirik, maulid bid'ah, ziarah syirik, tawassul syirik, dlsb, itu sudah jelas buku mereka atau sudah dipalsu oleh mereka.

mereka tidak membahas macam macam, cuma bid;ah dan syirik saja.

diantara percetakan yg aman adalah riyadi solo. dan mungkin saudara saudara kita bisa membantu memperjelas, silahkan...

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=19927#19927
Read More >>

Senin, 11 Februari 2013

Kata Mutiara Islami


sumber: Fuad Hidayat

“kisah wafatnya Nabi Muhammad SAW, menghidupkan hati-hati (pecinta Rasulullah)”
buya yahya

kita ganti pepatah berikut ini "hemat pangkal kaya" 
dengan "shodaqoh pangkal barokah(kaya)

ALLAH akan cemburu ketika hamba-NYA lebih banyak mengadu\bercerita\curhat kepada manusia tentang suatu perkara,daripada kpd ALLAH

“tidak pernah telinga ini mendengar keburukanmu, semua kabr yg kuterima adl akhlak muliamu ya Rasulullah saw”

"Sungguh berat perjuanganmu untuk kami ya Rasulullah, tak pernah ada seorang pemimpin didunia ini yang sepertimu, yang begitu mencintai umatnya"
#kami rindu padamu ya Rasulullah

“sungguh segala penyebab cinta ada pada diri Rasulullah saw”

“antara kau dan harapan
kau & tantangan
kau & gagal
kau & sukses
kau & misteri khidupan”
kau-lah yg menentukan semua

“tak ada cela untk menyombongkan diri”
Ya ALLAH kami amat sangat tak berdaya dihadapan-MU

jgn pernah mau jd org yg biasa2 saja
ambil semua resiko&tanggungjawab..
jalani&taklukan!!
#keep fight
you are the best

Habib Miqdad: iman kita dg iman Nabi Muhammad & para sahabat bgaikan “baina samai(langit) wa sumuri”
#sangat jauh brbeda

semangat (niat) jiwa mampu menggerakan lemahnya raga
kuat raga kan prcuma saat (niat) hati tak berselera
#niat

yg menjadikan “rumahku surgaku”bukanlah megah nya rumah
melainkan hubungan baik dr tiap anggota keluarga
#baiti jannati
setiap pribadi itu unik & luar biasa
Read More >>

Minggu, 10 Februari 2013

HUKUM MERAYAKAN VALENTINE


untuk referensi dari Buya Yahya, anda bisa juga kunjungi Pecinta Rasulullah

HUKUM MERAYAKAN VALENTINE


Pada suatu pagi Desy mengejutkan teman-temannya dengan setangkai bunga merah yang ia letakkan di atas dadanya, serta merta mereka menyambutnya dengan senyuman sambil bertanya, "Dalam rangka apa ini?" Desy menjawab, "Tidakkah kalian tahu bahwa ini adalah hari kasih-sayang di mana orang-orang sedang merayakan dan saling memberikan ucapan selamat. Ini adalah perayaan untuk mengungkapkan rasa cinta, romantika dan segala ketulusan, ini adalah Hari Valentine...". Tetapi Sari, salah seorang temannya bertanya kepada Desy dengan penuh keheranan, "Apakah arti Valentine?" Desy menjawab, "Artinya adalah cinta dalam bahasa latin ..!" Sari tertawa mendengar jawaban tersebut, "Apakah kamu merayakan sesuatu yang tidak kamu mengerti artinya? Tahukah kamu bahwa Valentine adalah seorang pendeta Nashrani yang hidup pada abad ke 3 M?" Kata Sari bernada prihatin terhadap keadaan sebagian putri muslimah yang mudah mengikuti apa saja yang sampai kepada mereka tanpa berpikir panjang.

SEJARAH HARI VALENTINE
Sari melanjutkan: "Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya." "Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya."

Lanjut Sari: "Versi ketiga menyebutkan ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini."

Sambung Sari: "Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani."

"Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih," papar Sari, "Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut."

"Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi!!!" Demikian Sari mengakhiri nasihatnya.

# HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE #
Saat ini banyak ABG muslimah yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat atau nashrani akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya.

Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyembah salib. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.

Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah." Abu Waqid radhiyallah 'anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah n bersabda, "Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci orang-orang kafir, memusuhi dan menyelisihi mereka. Serta mengetahui bahwa sikap seperti ini di dalamnya terdapat kemaslahatan yang tidak terhingga, sebaliknya gaya hidup yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan yang lebih banyak.

Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula, menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Al-Maidah:51)

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22)

"Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat." (An-Nur: 2)

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah; ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah. Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya membaca, "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.

Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta kristiani dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka. Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas Langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan: "Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits).

# FATWA ULAMA:#
Pertanyaan: Pada akhir-akhir ini ini telah tersebar dan membudaya perayaan hari Valentine -terutama di kalangan pelajar putri, padahal ia merupakan salah satu dari sekian macam hari raya kaum Nasrani. Biasanya pakaian yang dikenakan berwarna merah lengkap dengan sepatu, dan mereka saling tukar mawar merah. Bagaimana hukum merayakan hari Valentine ini, dan apa pula saran dan anjuran anda kepada kaum muslimin. Semoga Allah selalu memelihara dan melindungi anda.

Jawab: Assalamu 'alaikum wr. wb.Merayakan hari valentine itu tidak boleh, karena:

Pertama: ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam.

Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.

Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.

1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.

2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :
?Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : ?Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)?. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu?.

3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :?Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri?.

4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.: ?Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya?. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi :
??walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana?.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.


MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)


Perhatikanlah Firman Allah :
??dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim?.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
?Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman?.

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..


* Semoga Kita Semua Dapat Mengetahui Mana yang benar dan mana yang salah. dan semoga kita selalu berada pada jalan Rosulullah Saw.
Read More >>